Obat Sifilis

Obat sifilis manakah yang efektif dan terpercaya?

Dalam pengobatan suatu penyakit dibutuhkan obat yang mengandung berbagai macam kandungan kimia. Kimia-kimia tersebut bekerja dengan bercampurnya zat yang ada di dalam tubuh kita untuk menghilangkan penyebab utama penyakit. Penyebab-penyebab penyakit bisa bermacam-macam, bisa dari kuman-kuman sekitar, bakteri yang mengendap hingga virus yang berasal dari organik lain. Dari berbagai penyakit yang ada, penyakit sifilis bisa disebut sebagai penyakit yang sangat berbahaya. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama triponema pallidum ini menular umumnya saat berhubungan seksual. Hubungan seksual yang tidak semestinya seperti oral, anal maupun hubungan sesama menjadi pemicu dari penyakit ini. Walaupun dibilang penyakit berbahaya, sudah banyak obat sifilis yang tersedia. Namun banyak dari obat tersebut yang bermasalah. Orang-orang jahat banyak mengakali bisnis jahat dengan menipu dan memasukkan apa saja untuk obat sifilis ini. Anda mungkin belum tahu seperti apakah obat yang dianjurkan dan terpercaya oleh dokter?

Dengan fase gejala yang terjadi pada penderita penyakit sifilis. Diperlukan obat sifilis yang berbeda tergantung situasi yang sedang dialami penderita. Fase-fase gejala dari penyakit sifilis terdiri dari 4 fase yaitu primer, sekunder, latensi, tersier, dan congenital (Cacat Bawaan). Dimulai dari fase pertama yaitu fase primer. Di fase ini penderita akan mengalami luka atau lecet yang terlihat. Walaupun kulit menjadi mengeras dan tidak terasa sakit, gatal. Dokter akan memberi satu suntikan antibiotik atau dengan serangkaian tablet/kapsul antibiotik sebagai obat sifilis anda. Perawatan ini biasanya berlangsung selama 10 hingga 14 hari dan kadang lebih lama. Jika komplikasi terjadi anda akan membutuhkan perawatan lainnya. Infeksi yang terdeteksi jelas memungkinkan anda memulai perawatan sebelum mengetahui hasil diagnosa. Perawatan ini juga berlaku bagi anda yang terinfeksi saat kehamilan. Pada fase sekunder, biasanya dengan jarak 4 sampai 10 minggu setelah fase primer terjadi. Penderita akan lebih menyerang kulit anda. beberapa tanda seperti ruam-ruam keras, lebar, berwarna keputihan bisa terdeteksi jelas.

Gejala lain yang mungkin termasuk adalah demam, sakit tenggorokan, berat badan berkurang, rambut rontok dan sakit kepala. Di fase ini anda masih diberikan obat sifilis yang sama yaitu antibiotik. Fase ketiga yaitu latensi adalah ketika penderita  mulai dijangkiti sakit pada organ internal seperrti hati, otak, mata dan lain-lain. Di fase ini sifilis masih bisa disembuhkan namun kerusakan atau bekas kulit yang terkena sifilis akan permanen. Di fase ini akan diberikan dosis dan takaran yang lebih untuk antibiotik. Hal ini diperlukan agar bakteri bisa dimusnahkan hingga habis. Fase yang terakhir adalah fase congenital (Cacat bawaan). Fase ini biasa terjadi saat kehamilan tua dan waktu melahirkan. Bayi yang lahir kemungkinan telah terinfeksi penyakit ini. Gejala-gejala nya mungkin tidak langsung terlihat, namun dengan jarak waktu beberapa tahun kemudian akan terlihat seperti demam, ruam-ruam, neurosifilis dan pneumonitis. Cara perawatan sama ketika fase latensi. Antibiotik dosis tinggi akan memperlambat pertumbuhan materi atau bahkan mengurangi jumlah bakteri sifilis ini.

Setelah melihat deskripsi tentang bagaimana pengobatan sifilis dilakukan, anda harus lebih waspada terhadap penawaran-penawaran obat sifilis di luar resep dokter. Jikapun anda merasakan tidak ada perubahan ataupun situasi menjadi lebih parah, dokter lah tempat anda meminta saran. Dengan perawatan dan perilaku seksual yang sehat sangat mungkin penyembuhan akan tercapai dan pemulihan lebih cepat. Semoga anda bisa lebih bijaksana dan menghindar dari ancaman penyakit sifilis ini.