Gejala Disentri

Disentri Akibat Amoeba
Disentri yang disebabkan oleh amoeba (parasit bersel satu) disebut disentri amoeba atau amoebiasis dan umumnya terjadi di daerah tropis seperti Indonesia.

Disentri amoeba terkadang tidak menyebabkan gejala. Para penderitanya akan mengeluarkan kista (amoeba-amoeba yang terbungkus dinding pelindung) dalam tinja dan bisa menulari orang-orang di sekelilingnya.

Jika ada, gejala disentri amoeba meliputi:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare yang mengandung darah, lendir, atau nanah
  • Sakit perut
  • Pendarahan pada anus
  • Demam dan menggigil
  • Kehilangan nafsu makan dan berat badan menurun

Gejala-gejala itu biasanya dimulai sejak 10 hari setelah Anda pertama terinfeksi.

Tinja penderita disentri amoeba cenderung mengandung darah karena amoeba menyerang dinding usus besar dan mengakibatkan luka yang disebut tukak atau ulkus yang bisa berdarah. Proses buang air besar pun akan disertai rasa sakit.

Parasit terkadang bisa masuk ke aliran darah dan menyebar ke organ lain, terutama hati. Ini bisa mengakibatkan terbentuknya abses hati dengan gejala sebagai berikut:

  • Perut yang bengkak dan sakit
  • Demam dan lemas
  • Mual
  • Batuk
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit kuning
  • Berat badan menurun

Disentri amoeba biasanya berlangsung selama beberapa hari sampai beberapa minggu. Tanpa perawatan klinis, amoeba bisa terus hidup di usus selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun meski gejalanya tidak ada lagi. Inilah yang dapat menyebabkan penularan pada orang lain dan kambuhnya diare.

Disentri Akibat Bakteri

Jenis disentri yang paling sering terjadi adalah disentri yang disebabkan oleh bakteri shigella (disentri basiler atau sigelosis).

Gejala umumnya adalah sakit perut ringan dan diare yang mengandung darah yang biasanya terjadi 1-7 hari setelah infeksi. Gejala ini akan berlangsung selama 3-7 hari dan sebagian besar penderitanya tidak perlu ke dokter.

Penyakit ini biasanya diawali dengan banyaknya diare, lalu jumlahnya menurun, tapi frekuensinya meningkat dan terkadang disertai rasa sakit. Dalam kasus-kasus parah, gejalanya meliputi:

  • Demam tinggi sekitar 38ºC atau lebih
  • Mual atau muntah
  • Diare yang mengandung darah atau lendir
  • Kram perut
  • Sakit perut tidak tertahankan

Pada umumnya, kasus disentri yang parah bisa berujung pada dehidrasi. Gejala-gejala dehidrasi perlu diwaspadai terutama jika disentri terjadi pada anak-anak. Ketahanan tubuh anak-anak terhadap dehidrasi tidak sebesar orang dewasa. Dehidrasi pada anak bisa berujung pada kematian. Jika telah mengalami diare sebanyak enam kali atau lebih dalam kurun waktu 24 jam, anak Anda sebaiknya dibawa ke dokter. Gejala dehidrasi yang patut diwaspadai adalah kulit menjadi pucat, kaki dan tangan yang dingin, jarang buang air kecil dibanding biasanya, kondisi tubuh semakin melemah dan gampang mengantuk.

Sumber : www.alodokter.com

Penyebab Disentri