Penyebab Disentri

Penyebab disentri dibagi menjadi dua kategori, yaitu amoeba dan bakteri.

Disentri Akibat Amoeba
Disentri amoeba atau amoebiasis disebabkan oleh amoeba (parasit bersel satu) yang disebut Entamoeba histolytica. Penyakit ini biasanya ditemukan di daerah tropis seperti Indonesia.

Amoeba-amoeba yang sudah siap keluar dari tubuh penderita akan berkumpul dan dilindungi dinding pelapis. Kumpulan amoeba ini disebut kista dan akan keluar dari tubuh penderita bersama tinja. Kista mampu bertahan hidup di luar tubuh manusia. Jika standar kebersihan rendah, misalnya tidak ada saluran pembuangan yang higenis, amoeba akan mengkontaminasi area sekelilingnya, termasuk makanan dan air.

Lalu orang lain akan terinfeksi amoeba jika mengkonsumsi makanan atau air yang sudah terkontaminasi tinja yang mengandung kista. Disentri amoeba paling sering terjadi di daerah-daerah yang memanfaatkan kotoran manusia sebagai pupuk.

Setelah masuk lewat mulut, amoeba-amoeba dalam kista yang terlindung dari asam lambung saat masuk ke perut. Dari perut, kista akan turun ke usus. Dinding pelapisnya kemudian pecah dan melepaskan amoeba-amoeba yang akan mengakibatkan infeksi. Mereka bisa membenamkan diri ke dinding usus dan menyebabkan terbentuknya abses kecil dan ulkus (tukak). Selanjutnya siklus akan terulang.

Disentri Akibat Bakteri
Bakteri shigella memiliki 4 jenis, yaitu Shigella sonnei, Shigella flexneri, Shigella boydii, dan Shigella dysenteriae (penyebab disentri yang paling parah).

Bakteri shigella yang ditemukan dalam tinja dapat menyebar akibat kebersihan yang tidak terjaga, misalnya tidak mencuci tangan setelah diare. Jika kita menyentuh benda atau bagian tubuh yang terkontaminasi bakteri karena disentuh penderita yang tidak mencuci tangan, kita bisa terinfeksi.

Jika kita tidak sengaja memindahkan bakteri ke mulut, bakteri tersebut akan turun ke usus dan menyerang sel-sel yang melapisi usus besar. Bakteri akan berkembang biak, membunuh sel-sel, dan menyebabkan gejala disentri. Disentri basiler bisa tetap menyebar hingga empat minggu setelah seseorang terinfeksi.

Disentri juga bisa menyebar melalui makanan yang terkontaminasi tinja manusia, terutama makanan yang tidak dimasak sampai matang atau yang mentah (seperti karedok). Hal ini cenderung terjadi jika:

  • Persediaan air terbatas dan saluran pembuangan yang kurang memadai
  • Terdapat sanitasi yang buruk
  • Menggunakan tinja manusia sebagai pupuk

Jangka waktu saat seseorang terkena bakteri hingga muncul gejala (masa inkubasi) terkait dengan penyakit ini biasanya adalah 1-7 hari.

Sumber : www.alodokter.com

Diagnosis Disentri