Pengobatan Ejakulasi Dini

Pengobatan ejakulasi dini dibagi menjadi empat, yaitu penanganan secara mandiri, penanganan dengan anestesi topikal, dengan obat-obatan yang diminum, serta terapi pasangan yang melibatkan konseling serta teknik memperlambat ejakulasi.

Penanganan mandiri
Penanganan mandiri merupakan cara yang bisa Anda lakukan sendiri sebelum pergi ke dokter. Dengan melakukan beberapa teknik relaksasi atau teknik untuk mengalihkan perhatian, ejakulasi dini bisa ditangani.

Cobalah untuk melakukan posisi seksual dengan wanita di atas ketika berhubungan seks. Tujuannya adalah agar pasangan Anda dapat dengan mudah menarik diri ketika Anda mulai mendekati ejakulasi. Setelah rasa ingin ejakulasi telah hilang, Anda bisa kembali melanjutkan penetrasi.

Untuk menahan refleks ejakulasi, Anda bisa melakukannya dengan cara mengambil napas dalam-dalam dan beristirahat sebentar. Sambil beristirahat Anda dapat mengalihkan pikiran ke hal-hal lain agar keinginan untuk ejakulasi menurun.

Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan masturbasi satu atau dua jam sebelum berhubungan seks. Jika penis Anda sangat sensitif, penggunaan kondom tebal juga dapat membantu menurunkan sensasi.

Selain itu, Anda juga bisa mencoba untuk mengurangi atau menghilangkan kebiasaan merokok dan konsumsi minuman keras. Langkah-langkah ini bisa meningkatkan kendali Anda dalam berejakulasi.

Teknik pengendalian ejakulasi
Ada dua teknik yang paling populer dalam metode ini, yakni ‘teknik meremas’ dan ‘teknik berhenti-mulai’.

Dalam teknik meremas, pasangan wanita Anda akan coba memberikan Anda masturbasi. Ketika Anda mulai merasa akan ejakulasi, berilah sinyal pada pasangan Anda untuk berhenti dan langsung meremas kepala penis selama sepuluh hingga tiga puluh detik. Setelah penis dilepaskan, tunggulah selama setengah menit sebelum mengulangi proses yang sama. Lakukanlah metode ini secara berulang-ulang sebelum ejakulasi benar-benar dibiarkan terjadi.

Yang kedua adalah teknik berhenti-mulai. Teknik ini dilakukan selama masa penetrasi. Ketika Anda merasa akan ejakulasi, tariklah penis Anda keluar dari pasangan Anda, lalu mulai ambil napas dalam-dalam. Setelah keinginan untuk ejakulasi hilang, lanjutkan lagi penetrasi. Lakukanlah teknik ini secara berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan Anda dan pasangan.

Keefektifan teknik-teknik ini akan meningkat seiring dengan frekuensi latihan Anda dan pasangan Anda.

Penanganan ejakulasi dini dengan obat anestesi topikal
Anestesi topikal mengandung zat yang dapat membuat bagian tubuh menjadi kebas dan mati rasa. Anestesi topikal dipakai sesaat sebelum melakukan hubungan seks. Efek kebas obat ini dapat mengurangi sensasi sehingga menunda ejakulasi.

Meski efektif, penanganan dengan cara ini juga memiliki efek samping. Beberapa pria mengaku kurang menikmati hubungan seksual akibat kepekaan penis mereka yang berkurang. Tidak hanya pria, pasangan wanitanya juga bisa mengalami hal yang sama. Ini dikarenakan zat anestesi ikut terserap oleh vagina. Dalam kasus yang jarang terjadi, anestesi topikal dapat menyebabkan pemakainya mengalami alergi.

Penanganan ejakulasi dini dengan obat-obatan
Salah satu obat untuk mengatasi ejakulasi dini adalah selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI). Obat ini sebenarnya merupakan antidepresan atau obat pereda depresi. Akan tetapi SSRI ternyata juga memiliki efek yang dapat menunda ejakulasi dan banyak diresepkan oleh dokter.

Beberapa penderita mengaku merasakan efek obat ini setelah penggunaan selama 7-14 hari. Jenis SSRI yang umum digunakan dalam menangani ejakulasi dini adalah fluoxetine, sertaline, dan paroxetine.

Efek samping seperti rasa lelah dan mual yang mungkin muncul akibat SSRI tergolong ringan dan biasanya tubuh akan menyesuaikan diri setelah beberapa minggu.

Bagaimana jika SSRI tidak efektif dalam mengobati ejakulasi dini? Sebagai alternatfinya dokter bisa meresepkan analgesik, seperti tramadol. Obat ini sebenarnya merupakan obat pereda nyeri tapi sama seperti SSRI, analgesik juga dapat menunda ejakulasi. Efek samping penggunaan analgesik bisa berupa sakit kepala, pusing, dan mual.

Konseling
Selama konseling, pasangan akan didorong untuk menceritakan segala masalah yang mungkin memengaruhi hubungan mereka dan menemukan solusinya bersama-sama dengan bantuan seorang tenaga ahli (biasanya psikolog). Sesi ini juga dapat membantu pasangan mengurangi kecemasan dan mengatasi stres. Biasanya efek konseling akan terlihat lebih nyata jika didukung dengan pemberian obat.

Sumber : www.alodokter.com

Pengertian Ejakulasi Dini