Diagnosis Insomnia

Dalam mendiagnosis insomnia, dokter biasanya akan terlebih dahulu mengumpulkan keterangan dari pasien perihal riwayat kesehatannya. Dokter akan bertanya apakah pasien memiliki masalah kesehatan, baik fisik maupun psikologis yang mungkin membuatnya sulit tidur serta obat-obatan yang dikonsumsi.

Jika diperlukan dokter akan melakukan tes untuk menguatkan hasil diagnosis jika insomnia diduga disebabkan oleh masalah kesehatan, contohnya tes darah untuk memeriksa kadar hormon tiroid.

Untuk mengetahui tingkat keparahan insomnia, pasien bisa membuat sebuah buku harian tidur selama dua minggu. Beberapa informasi yang harus dicantumkan di dalam buku harian tidur biasanya meliputi waktu yang dibutuhkan pasien untuk dapat tidur, kira-kira pukul berapa dia mulai tidur, berapa kali dia terbangun di malam hari, dan pukul berapa pasien bangun.

Selain hal-hal tersebut, pasien juga bisa mencantumkan beberapa keterangan mengenai apakah pasien merasa stres atau lelah di siang hari, apakah dia melakukan tidur siang, dan waktu makan serta olahraga.

Lewat semua keterangan dan data yang berhasil dikumpulkan itulah dokter dapat memberikan nasihat penanganan dan juga meresepkan obat-obatan yang tepat sesuai dengan kondisi yang melatarbelakangi terjadinya insomnia.

Sumber : www.alodokter.com

Pengobatan Insomnia